Dalam rangka memperingati Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional pada 17 Oktober 2023, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Masyarakat FIP Universitas Negeri Medan melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari PPK Ormawa “Sekolah Perempuan” yang berfokus pada peningkatan keterampilan pemanfaatan media sosial untuk mengembangkan UMKM di Desa Saentis, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Eko Haryanto, seorang influencer sekaligus Humas Unimed, yang memberikan materi mengenai strategi pengelolaan media sosial untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM. Pelatihan berlangsung di PKBM Laskar Pelangi, Lorong Usaha Timur, Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pelajar perempuan.

Program PPK Ormawa Sekolah Perempuan diketuai oleh Yohanes Bagas Prayogi Sinaga, dengan anggota tim: Fitria Anjani Nasution, Riski Fadillah Saragih, Nasywa Nurhasanah, Siti Maisaroh, Rachel Elisabeth Ginting, Ewi Dharman Draha, Ratih Syahfitri, Apri Wahyuni, Dika Dona Syahputra, Vitra Anugrah, Sonia Simamora, Ester Estepanya Arbun, Tania Aisyah Efendi, dan Tasya Sastira Harahap. Yohanes menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya pembinaan organisasi kemahasiswaan yang diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, terutama untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan ibu rumah tangga dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Sekolah Perempuan hadir sebagai ruang belajar bagi warga setempat guna memperoleh pendidikan, pelatihan, dan keterampilan terkait peningkatan ekonomi, pendidikan, komunikasi keluarga, hingga upaya pengentasan kemiskinan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Desa Tanjung Rejo.

Dalam pemaparannya, Eko menegaskan bahwa media sosial kini menjadi peluang besar untuk membangun usaha. Selain sebagai sarana komunikasi, platform digital dapat dimanfaatkan untuk promosi dan branding produk sehingga berpotensi membuka lapangan kerja serta menambah penghasilan masyarakat. Dengan jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai sekitar 167 juta orang, peluang pasar sangat terbuka luas. Ia mendorong peserta untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga turut memanfaatkan teknologi sebagai sumber pendapatan dari rumah.