Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan dilaksanakan dalam rangka memacu kreativitas mahasiswa untuk mewujudkan prestasi di kampus merdeka. Selaras dengan tujuan diadakannya Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat ini, salah satu rangkaian kegiatannya bersinergi dalam mendukung terwujudnya tujuan yang dicetuskan. Hal ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan dalam mencapai tujuan diselenggarakannya Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat dan membalut kemeriahan dengan edukasi melalui Diskusi Panel dengan tema “Inovasi Pendidikan Masyarakat di Era Digital”. Diskusi ini dilakukan pada puncak Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat tanggal 09 November 2022 di Pelataran FIP Unimed. Diskusi ini diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Ismail Marzuki Siregar MAP selaku Kepala Bidang Pendidikan Nonformal terkait inovasi PNF yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan. Pak Ismail mengatakan bahwa “Dinas Pendidikan Kota Medan akan selalu mensupport Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan dengan membuka pintu seluas-luasnya untuk peluang berdiskusi terkait hal-hal pengembangan daripada Pendidikan Nonformal”.
Atas dasar hal tersebut, Prof. Yusnadi, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan sangat berterimakasih atas kesempatan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan terhadap Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan untuk senantiasa berkolaborasi dengan bertukar pikiran melalui diskusi untuk pengembangan Pendidikan Nonformal. Dr. Sudirman, S.E, M.Pd juga begitu mengapresiasi salah satu rangkaian kegiatan di Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat ini, karena selain dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Medan, diskusi ini juga dihadiri oleh Bapak Sarwo Edy dari Balai Besar Guru Penggerak, dan juga Bapak Indra Prawira, ST yang merupakan Sekretaris Forum Komunikasi PKBM Sumatera Utara. Salah satu rangkaian kegiatan dari Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat ini dimoderatori oleh Aisyah Anggreni, Mahasiswi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan. Dalam pembukaannya, Aisyah mengatakan bahwa “ketika berbicara soal inovasi pasti identik dengan hal baru yang sifatnya solutif dan berdasarkan analisis kebutuhan”. Bapak Ismail Marzuki Siregar dalam pemaparan awalnya menyampaikan bahwa saat ini sudah ada sekitar 430 Lembaga Kursus dan Pelatihan serta 35 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang telah bergabung di Dinas Pendidikan Kota Medan sebagai satuan Pendidikan Nonformal.
Senada dengan pengantar dari moderator, hal tersebut dibenarkan oleh Bapak Ismail Marzuki Siregar MAP dengan menyampaikan beberapa hal terkait inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, salah satunya adalah saat ini Dinas Pendidikan Kota Medan sedang gencar-gencarnya melakukan pelatihan-pelatihan, termasuk salah satunya pelatihan E-Rapor. E-Rapor adalah salah satu inovasi yang dihadirkan berupa aplikasi digital yang diindikasikan sebagai aplikasi yang mempermudah guru dalam melakukan penilaian dan sebagainya. Diskusi ini dirasa begitu bermanfaat bagi praktisi Pendidikan Masyarakat karena mendapatkan hal baru dengan melihat inovasi pendidikan masyarakat dari sudut pandang Dinas Pendidikan. Hal ini yang dirasakan oleh Mikael Togatorop selaku mahasiswa Pendidikan Masyarakat yang juga menjadi bagian dari BPMF, “jujur, saya begitu merasakan banyak manfaat dari diskusi ini salah satunya mendapatkan insight dengan sudut pandang baru tentang inovasi Pendidikan Nonformal yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan di tengah era digital seperti ini” ujarnya.
Author

Write A Comment